“PENYAKIT KUSTA MB”
Disusun
Oleh :
Nama
|
: La Ode Muh. Imron
|
NIM
|
: K201102300
|
Kelas
|
: Epidemiologi
|
: Kesehatan Masyarakat
|
PEMINATAN EPIDEMIOLOGI KESEHATAN
PROGRAM STUDI
KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MANDALA WALUYA
KENDARI
2013
Kata Pengantar
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya yang dicurahkan
kepada saya sekalian sehingga saya dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Praktik Surveilens Penyakit Kusta MB di Kota Kendari” yang merupakan tugas individu.
Shalawat dan taslim saya kirimkan kepada Junjungan Baginda
Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW sebagai suri teladan bagi sekalian umat
manusia dalam segala bentuk aspek kehidupan.
Upaya maksimal dalam menulis tentu banyak menguras
tenaga, pikiran, dan waktu serta segenap potensi telah diupayakan dengan
harapan kesempurnaan dari penulis ini. Namun demikian saya masih punya
keterbatasan-keterbatasan, untuk itu dalam penyajiannya masih dibutuhkan
sumbangsih pikiran berupa saran dan kritik yang sifatnya konstrutif.
Secara khusus laporan ini di dedikasikan sebagai wujud terima kasih kepada
Dosen Pembimbing mata kuliah PRAKTIK SURVEILENSyang dengan tulus membimbing, dan mengajar saya.
Akhir kata, semoga bantuan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT
dan semoga laporan praktik ini dapat menjadi bacaan yang memberikan manfaat dalam
menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi kita semua, Amin.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamu Alaikum Wr. Wb
Kendari, Maret 2013
Daftar Isi
Halaman Awal................................................................................................................. i
Kata Pengantar............................................................................................................. ii
Daftar Isi ....................................................................................................................... iii
Daftar Tabel................................................................................................................... v
Daftar Grafik.................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang................................................................................................... 7
B.
Tujuan.................................................................................................................. 7
C.
Manfaat Praktik Lapangan............................................................................... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.
Tinjauan Umum Survailans Epidemiologi Survailans Penyakit.............. 9
B.
Tinjauan Umum Penyakit Kusta.................................................................. 10
BAB III METODE PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian............................................................................................... 14
B.
Waktu Dan Tempat Pengambilan Data....................................................... 14
C.
Populasi dan Sampel..................................................................................... 14
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
A.
Pelaksanaan Surveilans................................................................................ 15
B.
Pengumpulan Data......................................................................................... 15
C.
Pengolahan Data............................................................................................ 15
D.
Analisis Data.................................................................................................... 15
E.
Laporan Data.................................................................................................... 16
PEMBAHASAN
1.
Pengumpulan Data......................................................................................... 20
2.
Pengolahan Data............................................................................................ 20
3.
Analisis.............................................................................................................. 20
4.
Distribusi Penyakit Kusta MB........................................................................ 20
5.
Interprestasi Data............................................................................................. 21
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan...................................................................................................... 22
Daftar Pustaka............................................................................................................ 24
Daftar Tabel
Tabel 4.1 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut
tempat (puskesmas) di Kota Kendari 16
Tabel 4.2 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut
Umur di Kota Kendari pada area kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari.................................................................... 17
Tabel 4.3 : Distribusi kasus
penyakit Kusta MB menurut Waktu (pertahun) di Kota Kendari 19
Daftar Grafik
Grafik 4.1 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut
Tempat (puskesmas) di Kota Kendari 17
Grafik 4.2 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut
Umur di Kota Kendari pada area keja Dinas Kesehatan Kota Kendari.................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pola hidup sehat
merupakan suatu tuntutan untuk terciptanya masyarakat sehat.Masyarakat yang
sehat di sini berarti bahwa sehat tidak hanya secara fisik tetapi juga mental
maupun sosialnya.
Di Indonesia,
kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat masih
terbatas. Hal ini terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian yang
disebabkan oleh suatu penyakit (Harninto, 1997).Penyakit Kusta merupakan salah satu contoh penyebabnya dari pola hidup yang tidak sehat.
Penyakit Kusta merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan
penyebarannya semakin luas.Penyakit Kusta
merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium leprae.
Di Indonesia penyakit
Kusta masih merupakan masalah kesehatan karena masih
banyak daerah yang
warganya terkena penyakit kusta.Di wilayah
Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari dimana
dari 13 Puskesmas terdapat beberapa
kasus penyakit Kusta, dari hasil data penyakit
Kusta dariDinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2010 wilayah yang banyak menderita penyakit kusta yaitu di wilayah kerja puskesmas mata, benuas, libibia, dan
mokoau dengan jumlah kasus 1 orang, kemudian pada tahun 2011 yaitu wilayah puskesmas poasia yang
berjumlah 9 orang, dan tahun 2011 penderita kasus penyakit kusta yaitu
terdapat di wilayah puskesmas
poasia dengan jumalah 9 orang. Berdasarkan data tersebut kasus penyakit kusta cenderung menunjukkan peningkatan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan
surveilans penyakit Kusta di wilayah kerja
Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.
2. Tujuan Khusus
a)
Untuk mengetahui pelaksanaan Surveilans yang menyangkut pengumpulan,
pengolahan, analisis, dan interprestasi data penyakit Kusta di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.
b)
Untuk mengetahui gambaran penyakit kusta berdasarkan waktu di wilayah kerja Dinas
Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012
c)
Untuk mengetahui gambaran penyakit Kusta berdasarkan tempat di wilayah kerja Dinas Kesehatan
Kota pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.
C. Manfaat Praktik Lapangan
Manfaat dalam melakukan surveilans praktek lapangan
di Dinas Kesehata Kota
Kendari yaitu :
1.
Bagi Dinas Kesehatan Kota Kendari
Sebagai masukan dalam perencanaan program
kesehatan untuk masyarakat dan penyusunan program pemberantasan penyakit Kusta secara dini.
2.
Bagi Masyarakat
Memberikan informasi tentang bahaya terhadap penyakit
Kusta kepada masyarakat luas.
3.
Bagi Peneliti
Sebagai bentuk pengalaman nyata dalam menerapkan
konsep teori dengan riset di lapangan dan sebagai bahan informasi dalam
memperluas atau memperkaya wawasan bagi peneliti maupun pembaca/ sebagai pemerhati kesehatan masyarakat khususnya tentang
penyakit Kusta.
4.
Bagi Ilmu Pengetahuan
Memberikan tambahan referensi ilmu kesehatan kepada
pembaca khususnya mahasiswa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Umum
Surveilans EpidemiologiSurvailans Penyakit
Istilah surveilans berasal dari bahasa Prancis,
yaitu “surveillance”, yang berarti “mengamati tentang sesuatu”. Meskipun konsep surveilans telah berkembang
cukup lama, tetapi seringkali timbul kerancuan dengan kata “surveillance” dalam
bahasa inggris, yang berarti “mengawasi perorangan yang sedang dicurigai”. Sebelum tahun 1950, surveilans memang diartikan
sebagai upaya pengawasan secara ketat kepada penderita penyakit menular,
sehingga penyakitnya dapat ditemukan sedini mungkin dan diisolasi secepatnya
serta dapat diambil langkah-langkah pengendalian seawal mungkin.Selanjutnya,
pengertian surveilans epidemiologi yaitu kegiatan untuk memonitor frekuensi dan
distribusi penyakit di masyarakat.
Definisi Surveilans
Surveilans adalah kegiatan pengamatan secara
sistematis dan terus-menerus terhadap suatu penyakit dengan cara pengumpulan
(host, agent, enverotmen dan determinan) pengolahan, analisis, interprestasi,
sampai dengan desiminasi informasi kepada unit terkait yang membutuhkan untuk
mengambil tindakan.
Ciri-ciri Surveilans
Ciri-ciri surveilans secara garis besar ada 5
yaitu sebagai berikut :
a. Adanya keteraturan,
dalam pengumpulan dan interprestasi data
b. Adanya upaya terus
menerus
c. Kesederhanaan,
artinya mudah didapat dan dikerjakan
d. Harus ada kemudahan untuk dimengerti
e. Ada indikator yang
dapat mengukur keberhasilan kegiatan surveilans
Tujuan Surveilans Epidemiologi
Tujuan surveilans epidemiologi adalah
tersedianya data dan informasi epidemiologi sebagai dasar pengambilan keputusan
dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan peningkatan
System Kewaspadaan Dini (SKD)
B. Tinjauan Umum
Penyakit Kusta
Penyakit kusta atau juga dikenali sebagai penyakit
Hansen, merupakan penyakit berjangkit yang disebabkan oleh jangkitan Mycobacterium leprae. Nama penyakit Hansen datang daripada orang
yang menjumpai Mycobacterium leprae, G. A. Hansen. Pengidap penyakit Hansen biasanya dipanggil pesakit kusta atau
dalam bahasa Inggeris lepers, walaupun penggunaan istilah lepers
semakin ditinggalkan kerana jumlah pesakit yang berkurangan dan sebagai
mengelak stigma buruk yang dikaitkan dengan pesakit kusta.
Kusta dahulunya tidak dapat diubati dan amat mencacatkan. Pesakit kusta
akan disingkir dan diasingkan di penempatan kusta. Pada masa kini, kusta mudah dirawat dengan menggunakan terapi pelbagai antibiotik. Cabaran utama bagi usaha
menghapuskan penyakit kusta adalah untuk sampai kepada penduduk yang masih
belum menerima perkhidmatan terapi pelbagai dadah, memperbaiki pengesanan
penyakit, dan membekalkan pesakit dengan perkhidmatan berkualiti tinggi dan
dadah yang murah.
a)
Sejarah Penyakit Kusta
Penyakit kusta telah dikenali sebagai masalah semenjak permulaan sejarah
bertulis. Pesakit kusta sering tinggal dipinggir masyarakat, dan penyakit
sering dipercayai disebabkan oleh sumpuhan tuhan (atau shaitan) atau hukuman.
Kitab Injil mengandungi banyak rujukan
kepada "pesakit kusta", yang tidak semestinya berkaitan dengan
penyakit Hansen. Perkataan ini telah digunakan bagi merangkumi pelbagai masalah
kulit yang berlainan etiologi dan keparahan ( severity ).
Di bawah hukum Yahudi silam, rabai dikehendaki mampu
mengenalpasti pesakit kusta. Kaum Yahudi menggunakan kuarantin untuk menghalang penyebarannya.
b)
Penyebab
adalah kuman
mycobacterium leprae. Dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak
membentuk spora, berbentuk batang, dikelilingi oleh membran sel lilin yang
merupakan ciri dari spesies Mycobacterium, berukuran panjang 1 – 8 micro, lebar
0,2 – 0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup
dalam sel dan bersifat tahan asam (BTA) atau gram positif, tidak mudah diwarnai
namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol
sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”. Selain banyak
membentuk safrifit, terdapat juga golongan organisme patogen (misalnya
Mycrobacterium tuberculosis, Mycrobakterium leprae) yang menyebabkan penyakit
menahun dengan menimbulkan lesi jenis granuloma infeksion. Mycobacterium leprae
belum dapat dikultur pada laboratorium.
Kuman Mycobacterium
Leprae menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan penderita dan
melalui pernapasan, kemudian kuman membelah dalam jangka 14-21 hari dengan masa
inkubasi rata-rata dua hingga lima tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda
seseorang menderita penyakit kusta mulai muncul antara lain, kulit mengalami
bercak putih, merah, rasa kesemutan bagian anggota tubuh hingga tidak berfungsi
sebagaimana mestinya..
c)
Tanda dan Gejala Umum Penyakit Kusta
1)
Tanda
Tanda-tanda penyakit
kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut
yaitu:
·
Adanya bercak tipis
seperti panu pada badan/tubuh manusia.
·
Pada bercak putih ini
pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
·
Adanya pelebaran
syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta
peroneus.
·
Kelenjar keringat
kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
·
Adanya bintil-bintil
kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit.
·
Alis rambut rontok.
·
Muka berbenjol-benjol
dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa).
2)
Gejala Umum Penyakit Kusta
Gejala-gejala umum
pada kusta / lepra, reaksi :
·
Panas dari derajat
yang rendah sampai dengan menggigil.
·
Noreksia.
·
Nausea, kadang-kadang
disertai vomitus.
·
Cephalgia.
·
Kadang-kadang
disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
·
Kadang-kadang
disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
·
Neuritis.
·
Penyebab Penyakit
Kusta
d)
Pencegahan
Hingga saat ini tidak
ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Faktor pengobatan adalah amat penting
dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.
Pengobatan kepada
penderita kusta adalah merupakan salah satu cara pemutusan mata rantai
penularan. Kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam dan ada yang
berpendapat sampai 7 hari, ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh
manusia tersebut. Makin panas cuaca makin cepatlah kuman kusta mati. Jadi dalam
hal ini pentingnya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya
tempat-tempat yang lembab.
Penting sekali kita
mengetahui atau mengerti beberapa hal tentang penyakit kusta ini, bahwa :
·
Ada obat yang dapat
menyembuhkan penyakit kusta.
·
Sekurang-kurangnya 80
% dari semua orang tidak mungkin terkena kusta.
·
Enam dari tujuh kasus
kusta tidaklah menular pada orang lain.
·
Kasus-kasus menular
tidak akan menular setelah diobati kira-kira 6 bulan secara teratur.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian Deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan
yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat berdasarkan hasil pengamatan yang
nyata di lapangan.
B. Waktu dan Tempat
Pengambilan Data
Pengambilan data ini
dilaksanakan pada tanggal 03 april 2013 sampai dengan 10 april 2013 di Dinas Kesehatan Kota Kendari.
C. Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Populasi dalam penelitian adalah seluruh
puskesmas yang ada disetiap kabupaten atau kota di Kota Kendari (13 Puskesmas) yang terdapat penyakit Kusta.
2.
Sampel
Penderita penyakit Kusta yang berobat di 13 Puskesmas Kota Kendari di wilayah Kota Kendari pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.
3.
Sumber Data
Sumber data berasal
dari data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan cara menelaah dokumen
seperti buku profil kesehatan Kota Kendari pada
tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, dimana data sekunder
ini dengan mendukung data data primer.
4.
Pengolahan dan Penyajian data
Proses pengolahan data
dengan menggunakan system koputerisasi dengan program Microsoft Excel. Data yang telah diolah dianalisis secara
Deskriptif yaitu penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
A. Pelaksanaan Surveilans
Surveilans di Dinas Kesehatan Kota Kendari berjalan dengan baik selama
periode pada tahun 2010 sampai dengan tahun
2012. Kegiatan surveilans
pertama di lakukan dengan cara mengumpulkan data, pengamatan secara
terus-menerus, analisis/interprestasi data, penanggulangan dalam proses
menjelaskan/menyebarkan, serta memantau peristiwa kejadian penyakit khususnya
penyakit Kusta yang ada di 13 Puskesmas di Kota Kendari.
B. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yaitu dengan menggunakan buku
registes (buku catatan yang telah tercatat) sebagai penderita penyakit Kusta di puskesmas yang berada di Kota Kendari dimana dalam buku
catatan tersebut memuat keterangan tentang Nama pasien, Jenis Kelamin, Umur, tahun kejadian, dan Alamat. Keterangan tersebut
kemudian akan di infut kekomputer untuk pengolahan dan analisis data.
C. Pengolahan Data
Pengolahan data penyakit Kusta di puskesmas yaitu dengan menggunakan komputer kemudian data yang
telah diolah tersebut akan menjadi bahan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Kendari kemuan
dilaporkan lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang selanjutnya
akan di laporkan ke Departemen kesehatan Republik Indonesia.
D. Analisis Data
Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan
disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan grafik, hasil analisis inilah yang
digunakan oleh petugas survailans Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk mendeteksi adanya
peningkatan kasus penyakit
Kusta berdasarkan orang,
tempat, dan waktu.
E. Laporan Data
Data yang telah dianalisis tersebut kemudian diolah
dengan menggunakan program komputer yang nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Distribusi Kasus
Penyakit Kusta Mb Menurut Tempat (Puskesmas)
Di Kota Kendari Selama 3
Tahun Belakangan (2010,2011, Dan 2012)
A. Distribusi Kasus Penyakit Kusta MB Menurut Tempat (Puskesmas) Di Wilayah
Kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari Pada Tahun 2010 Hingga Tahun 2012.
Tabel 4.1 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Tempat
(puskesmas) di kota Kendari.
NO
|
Puskesmas
|
Jumlah Kasus Tahun 2010-2012
|
Total
|
||
2010
|
2011
|
2012
|
|||
1
|
Mata
|
1
|
1
|
2
|
4
|
2
|
Benuas
|
1
|
0
|
0
|
1
|
3
|
Kemaraya
|
0
|
0
|
0
|
0
|
4
|
Labibia
|
1
|
0
|
0
|
1
|
5
|
Puwatu
|
0
|
0
|
0
|
0
|
6
|
Perumnas
|
0
|
0
|
2
|
2
|
7
|
Mekar
|
0
|
0
|
0
|
0
|
8
|
Lepos
|
0
|
0
|
0
|
0
|
9
|
Poasia
|
0
|
9
|
9
|
18
|
10
|
Abeli
|
0
|
0
|
0
|
0
|
11
|
Mokoau
|
1
|
1
|
0
|
2
|
12
|
Jati Raya
|
0
|
0
|
0
|
0
|
13
|
Wua-Wua
|
0
|
1
|
0
|
1
|
14
|
Nambo
|
-
|
0
|
0
|
0
|
Jumlah
|
4
|
12
|
13
|
29
|
|
Interprestasi
: Kasus penyakit Kusta MB menurut tempat kejadian di puskesmas Kota Kendari
pada tahun 2010, 2011 dan 2012 jumlah kasus terbanyak yaitu pada daerah
/ pada Puskesmas Poasi yang berjumlah 18 orang/kasus dimana 9 kasus pada tahun
2011 dan 2012 kemudian 0 kasus pada tahun 2010.
Grafik 4.1 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Tempat
(puskesmas) di kota Kendari.
B. Distribusi Kasus Penyakit Kusta MB Menurut Umur Di Wilayah Kerja Dinas
Kesehatan Kota Kendari Pada Tahun 2010 Hingga Tahun 2012.
Tabel 4.2 :Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Umur di kota
Kendari.
NO
|
Puskesmas
|
Jumlah Kasus Tahun 2010-2012
|
Total
|
||
2010
|
2011
|
2012
|
|||
1
|
0 – 7 hari
|
0
|
0
|
0
|
0
|
2
|
8 – 28 hari
|
0
|
0
|
0
|
0
|
3
|
< 1 tahun
|
0
|
0
|
0
|
0
|
4
|
1 – 4 tahun
|
0
|
1
|
0
|
1
|
5
|
5 – 9 tahun
|
0
|
0
|
0
|
0
|
6
|
10 – 14 tahun
|
0
|
1
|
0
|
1
|
7
|
15 – 19 tahun
|
0
|
1
|
0
|
1
|
8
|
20 – 44 tahun
|
4
|
8
|
9
|
21
|
9
|
45 – 54 tahun
|
0
|
0
|
0
|
0
|
10
|
55 – 59 tahun
|
0
|
0
|
0
|
0
|
11
|
60 – 69 tahun
|
0
|
1
|
3
|
4
|
12
|
>70 tahun
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Jumlah
|
4
|
12
|
12
|
28
|
|
Interprestasi : Kasus
penyakit Kusta MB menurut umur yang terjadian di puskesmas pada Kota Kendari pada tahun 2010, 2011 dan 2012 jumlah kasus
terbanyak yaitu pada umur 20 – 44 tahun yang berjumlah 21 orang/kasus dimana 4
kasus pada tahun 2010, 8 kasus pada tahun 2011 dan 9 kasus pada tahun 2012.
Grafik 4.2 :Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Umur di kota
Kendari.
C. Distribusi Kasus Penyakit Kusta MB Menurut Waktu Kejadian Di Wilayah
Kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari Pada Tahun 2010 Hingga Tahun 2012.
Tabel 4.3 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Waktu (tahun) di
kota Kendari.
No
|
Tahun Kejadian
|
Jumlah Kasus
|
1
|
2010
|
4
|
2
|
2011
|
12
|
3
|
2012
|
13
|
Jumlah
|
29
|
|
Interprestasi : Kasus
penyakit Kusta MB menurut waktu kejadian yang terjadian di Kota Kendari pada tahun 2010, 2011 dan 2012 jumlah kasus
terbanyak yaitu pada tahun 2012 yang berjumlah 13 orang/kasus, kemudian pada
tahun 2011 yang berjumlah 12 orang/kasus, dan yang terendah adalah pada tahun 2010 yang berjumlah 4 orang/kasus.
Grafik 4.3 : Distribusi kasus penyakit Kusta MB menurut Waktu (tahun) di
kota Kendari.
PEMBAHASAN
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data di lakukan secara periodik
dengan menggunakan buku register atau buku profil kesehatan kota kendari yang telah menderita Penyakit Kusta MB diwilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari.
2. Pengolahan Data
Hasil pengolahan data dikeluarkan dalam bentuk
laporan tahunan kemudian hasil pengolahan data kasus penyakit disajikan dalam
bentuk tabel, dan grafik dengan menggunakan
aplikasi program komputer Microsoft Excel 2010, dan Microsoft PowerPoint 2010.
3. Analisia
Analisis data penyakit Kusta MB di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari yaitu bedasarkan, tempat,umur dan waktu pada laporan Tahunan. Analisis dilakukan
dengan melihat jumlah kasus berdasarkan tempat (puskesmas), jumlah kasus menurut Umur, dan
jumlah kasus menurut waktu (tahunan).
4. Distribusi Penyakit Kusta MB
a.
Distribusi kasus Kusta MB menurut tempat (puskesmas) di Kota Kendari.
Kasus penyakit Kusta MB banyak ditemukan di puskesmas Poasia selama
tahun 2010 hingga tahun 2012 yang totalnya mencapai 18 kasus dalam tiga tahun
terakhir ini.
b.
Distribusi kasus Kusta MB menurut Umur di Kota Kendari.
Kebanyakan yang menderita penyakit Kusta MB yaitu mereka yang berumur 20
– 40 tahun, selama tahun 2010 hingga tahun 2012 yang totalnya mencapai 21 kasus
dalam tiga tahun belakangan. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena
meningkatnya aktifitas fisik dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan
pentingnya kesehatan lingkungan dan manusia.
c.
Distribusi kasus Kusta MB menurut Waktu (pertahun) di Kota Kendari
Kasus penyakit Kusta MB dari tahun 2010 hingga tahun 2012 selalu
mengalami peningkatan. Peningkatan yang sangat jelas kelihatan yaitu pada tahun
2010 ke 2011 yang masing-masing mencapai 4 kasus dan 12 kasus. Sedangkan pada
tahun 2012 terdapat 13 kasus.
5. Interprestasi Data
a.
Tahun 2010
Jumlah kasus penyakit Kusta MB di Kota Kendari pada tahun 2010 berjumlah
4 kasus. Kejadian penyakit Kusta MB tertinggi terdapat di Puskesmas Mata,
Benuas, Puwatu, dan Mokoau yang masing-masing terdapat 1 kasus dan Puskesmas
yang lain tidak terdapat kasus penyakit Kusta MB. Sedangka pada Puskesmas Nambo
tidak melaposkan adanya kasus penyakit Kusta MB
b.
Tahun 2011
Jumlah kasus penyakit Kusta MB di Kota Kendari pada tahun 2011 terdapat
12 kasus. Kejadian penyakit Kusta MB tertinggi terdapat di Puskesmas Poasia
yang berjumlah 9 kasus dan yang terendah terdapat di Puskesmas Mata, Mokoau,
dan Wua-wua yang masing-masing terdapat 1 kasus. Sedangkan pada Puskesmas yang
lain tidak terdapat penyakit Kusta MB.
c.
Tahun 2012
Jumlah kasus Kusta MB di Kota Kendari pada tahun 2012 berjumlah 13
kasus. Kejadian penyakit kusta MB tertinggi terdapat pada Puskesmas Poasia yang
berjumlah 9 kasus dan yang terendah terdapat pada Puskesmas Mata dan Perumnas
yang masing-masing terdapat 2 kasus. Sedangkan pada Puskesmas yang lain tidak
terdapat kasus penyakit Kusta MB.
BAB V
PENUTUP
berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Hasil data profil Dinas Kesehatan Kota Kendari dari tahun 2010 sampai
dengan tahun 2012 yang menunjukkan angka kasus penyakit Kusta MB yang tertinggi
diantaranya adalah :
a)
Puskesmas Poasia
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas poasia yaitu berjumlah 18 kasus. Pada tahun 2010 tidak terdapat
kasus, tahun 2011 ada 9 kasus, dan pada tahun 2012 yaitu ada 9 kasus.
b)
Puskesmas Mata
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas mata yaitu berjumlah 4 kasus. Pada tahun 2010 ada 1 kasus, tahun
2011 ada 1 kasus, dan pada tahun 2012 yaitu ada 2 kasus.
c)
Puskesmas Mokoau
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas mokoau yaitu berjumlah 2 kasus. Pada tahun 2010 ada 1 kasus,
tahun 2011 ada 1 kasus, dan pada tahun 2012 tidak terdapat kasus.
d)
Puskesmas Perumnas
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas perumnas yaitu berjumlah 2 kasus. Pada tahun 2010 dan 2011 tidak
terdapat kasus, sedangkan pada tahun 2012 yaitu ada 2 kasus.
e)
Puskesmas Labibio
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas labibio yaitu berjumlah 1 kasus. Pada tahun 2010 ada 1 kasus, sedangkan
tahun 2011dan 2012 tidak terdapat kasus.
f)
Puskesmas Benuas
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas benuas yaitu berjumlah 1 kasus. Pada tahun 2010 terdapat 1
kasus, sedangkan tahun 2011dan 2012 tidak terdapat kasus.
g)
Puskesmas Wua-wua
Dari jumlah tiga tahun belakangan jumlah kasus untuk penyakit Kusta MB
pada puskesmas wua-wua yaitu berjumlah 1 kasus. Pada tahun 2010 tidak terdapat
kasus, tahun 2011 ada 1 kasus, dan pada tahun 2012 tidak terdapat kasus.
2.
Hasil data profil Dinas Kesehatan Kota Kendari dari tahun 2010 sampai
dengan tahun 2012 yang tidak menunjukkan adanya kasus penyakit Kusta MB
diantaranya adalah :
a)
Puskesmas Kemaraya
b)
Puskesmas Puwatu
c)
Puskesmas Mekar
d)
Puskesmas Lepos
e)
Puskesmas Abeli
f)
Puskesmas Jati Raya, dan
g)
Puskesmas Nambo.
Daftar Pustaka
Penyakit tropis epidemiologi, penularan,
pencegahan dan pengobatan, Widoyono 2011
thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya
BalasHapushttp://obatnyapenyakit.com/obat-alami-penyakit-kusta/
izin copas min, makasih
BalasHapusSama sama, semoga bermanfaat
Hapus